Ari liket

Ken Koan

Banjir yang melanda Aceh Tenggara (Agara)

Sebuah rumah rusak terkena kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang yang terjadi Kamis (12/4) di Desa Rikit Bur Satu, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara Jumat (13/4). Foto: SERAMBI/ASNAWI Laporan Wartawan Seranbi Indonesia TRIBUNNEWS.COM, KUTACANE - Banjir yang melanda Aceh Tenggara (Agara) pekan lalu ternyata ikut menyebabkan 50 meter saluran irigasi dan tiga jembatan berkonstruksi kayu maupun beton di Desa Lawe Sempilang, Kecamatan Lawe Alas, ambruk. Akibatnya, jembatan itu sulit dilintasi warga. Sebagai solusinya, warga setempat terpaksa membangun jembatan darurat yang terbuat dari dua lembar papan untuk bisa menyeberangi sungai. Ekses lain dari banjir tersebut, 40 hektare (ha) tanaman warga, terdiri atas jagung 10 ha, kakao 10 ha, dan padi 20 ha terendam banjir, sehingga petani setempat terancam gagal panen. Total kerugian akibat banjir pada Kamis (8/4/2012) itu ditaksir lebih dari 1 miliar rupiah. Hal itu terungkap ketika Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Drs Asmadi Syam pada hari Minggu (15/4/2012) meninjau langsung kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian di desanya itu akibat banjir. Kepala Desa Lawe Sempilang, Muzakir, kepada Serambi mengatakan, atas nama warga desa ia telah meminta kepada Kepala BPBA agar Pemerintah Aceh secepatnya membangun infrastruktur yang rusak akibat banjir itu dengan dana APBN atau APBA. Muzakir mengisahkan bahwa pada Kamis (8/4/2012) lalu hujan deras mengguyur kawasan Agara, sehingga debit air Sungai Alas meluap dan membanjiri desa mereka, termasuk areal perkebunan rakyat. Akibatnya, tiga jembatan ambruk dan saluran irigasi di Desa Lawe Sempilang, Kecamatan Lawe Alas, rusak parah. Menurut Muzakir, untuk bisa melintas di atas sungai, terpaksa dibangun jembatan darurat yang terbuat dari dua lembar papan. Jembatan darurat ini sangat sulit dilintasi, apalagi kalau membawa hasil bumi menggunakan sepeda motor. Selain itu, sepanjang 50 meter saluran irigasi jebol dihantam banjir. Masyarakat di daerah itu berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki infrastruktur tersebut dan membangun tembok penahan permanen sepanjang 1 kilometer dan melebarkan Sungai Alas, karena sungai itu dangkal dan mengecil akibat sering tertimun lumpur dan puing saat dilanda banjir. Sementara itu, Bank Aceh Cabang Kutacane, Agara memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Kecamatan Bukit Tusam, Minggu (15/4/2012) lalu. Bantuan itu diserahkan melalui staf Bank Aceh Cabang Kutacane atas perintah Kepala Cabang Kutacane yang saat itu sedang berada di luar daerah. Bantuan diterima langsung oleh Camat Bukit Tusam, Samsul Hayat. Kepala Bank Aceh Cabang Kutacane, Armada, kepada Serambi kemarin mengatakan, keluarga besar Bank Aceh memberikan bantuan beras 15 sak isi 15 kg, mi instan 20 kotak, dan air mineral 20 dus. Menurutnya, bantuan itu sebagai bentuk respons dan kepedulian Bank Aceh terhadap korban banjir di daerah itu. Ia berharap bantuan itu segera dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori KUTACANE dengan judul Banjir yang melanda Aceh Tenggara (Agara). Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://arilike.blogspot.com/2012/12/banjir-yang-melanda-aceh-tenggara-agara.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: ari liket - Selasa, 18 Desember 2012

1 Komentar untuk "Banjir yang melanda Aceh Tenggara (Agara)"

Posting Komentar